Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

7 Resiko jadi Selebgram

Gambar
Suka nongkrong di instagram? Sosial media yang satu ini memang asyik banget, jadi ajang narsis dan majang foto foto kita. Bahkan ada beberapa orang yang mendadak jadi selebgram  alias selebriti instagram, seperti dijah yellow dll. Jadi selebgram memang enak, punya ribuan follower, dipuji puji, fotonya di regram oleh banyak orang, bahkan diendorse oleh merk tertentu. Eits, jangan mikir enaknya aja! Ada juga resiko ketika kamu jadi selebgram.

1. Dibully haters

Tak semua follower adalah penggemar selebgram. Kadang mereka follow suatu akun instagram, hanya untuk stalking dan kepoin aksinya. Jika suatu selebgram melakukan kesalahan sedikit saja, haters bisa bertubi tubi mengejek, bahkan mengeluarkan kosakata kebun binatang.

Jadi selebgram memang harus tebal kuping. Jika ada yang membully, biarkan saja. Kadang mereka gak mikir saat berkomentar. Tenang saja, hater sebenarnya sangat mencintai selebgram. Buktinya, mereka selalu mengawasi setiap gerak gerik dan aktifitas sang seleb. Bisa dibila…

Memberi Nilai Plus Pada Bisnis

"Selamat Pagi!". Tadi pagi saya ternganga ketika ada door man, eh door woman yang membukakan pintu di sebuah bank swasta. Saya menyebutnya "door woman" karena dia adalah mbak cantik, yang kemudian bertanya, "ada yang bisa dibantu?

Tak hanya membukakan pintu, ia juga sigap membantu nasabah yang ingin menarik kursi (saat akan duduk di depan CS). Lalu menunjukkan letak kamar mandi (pada nasabah lain).

Saya jadi termenung dan teringat akan dua kata, yaitu nilai plus. Bank itu menawarkan beberapa jasa plus plus (bukan pijat plus plus lho ya :p ), seperti ketersediaan atm yang sangat banyak, menabung langsung di atm, dan juga layanan penuh senyum dari petugas cantik pembuka pintu. Karena inti dari sebuah perusahaan jasa adalah LAYANAN.

Tapi bagaimana kalau bisnis saya tidak bergerak di bidang jasa? Layanan juga berperan penting, lho. Misalnya, jika anda membuka rumah makan, beri tag "gratis nasi". InsyaAllah laris. Rugi dong, beras satu kilogram harganya b…