Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Arti Sebuah Kata Maaf

Gambar
Breng!
Aku memeluk pinggangnya erat-erat. Motor dilarikan menembus gang-gang kecil di jalan Tlogomas. "Sabar ya nak, ayahmu sedang menundukkan izazil di dalam hatinya", bisikku pada janin yang ada di rahim. Kami baru saja berkunjung ke rumah Budhe, di hari pertama Lebaran. Di sana tak ada candaan semanis nastar. Namun kami terpaksa menelan sarkasme sepahit kopi tubruk tanpa gula.

"Memangnya kamu bisa masak?", selidik Budhe. Sebagai pengantin baru, wajar jika aku sering ditanyai hal itu. Tapi suamiku tak terima ketika Budhe meneruskan kalimatnya, "Vina itu dari kecil cuma doyan baca buku. Gak becus beberes rumah, apalagi masak!". Senyumnya menguncup, lalu ia mengajakku pulang.

Lalu ia menumpahkan amarahnya di perjalanan, "Aku kapok pergi ke sana! Istriku dibilang gak bisa apa-apa!". Ketika ia meneruskan omelannya, tak terasa air mata meluncur. "Sudahlah Mas, ini malam lebaran, kok marah-marah?", isakku. Namun ia tetap berhati panas.

Ke…

Terbangun Dari Koma Setelah Mendengar Azan Subuh

Gambar
Pyar! Cahaya yang tersorot dari atas, menyilaukan mata. Udara dingin menyergap tubuh kurusku.  Aku berjalan menuju lorong putih tak berujung. Tak ada manusia, tumbuhan, maupun hewan. Membangkitkan perasaan aneh. Dimana aku?
Apa aku sudah dikubur? Atau sudah berada di surga, atau jangan jangan neraka? Mana malaikat Munkar dan Nakir? 
Tiba tiba kakiku bersentuhan dengan ranjang besi yang dingin, kulihat tembok putih yang bercampur dengan aroma kloroform. Aih, rupanya ini rumah sakit, bukan surga. Berarti aku belum mati. Tapi jika aku masih hidup, mengapa aku tak kuat berdiri, di mana ibuku?
Tiba tiba ada dua sosok bercahaya, apa itu mereka? Sosok pertama mengenakan baju biru, sedangkan sosok kedua berpakaian merah. Tampang mereka tak seperti yang kubayangkan, tak ada sayap di bahu, atau mantel gelap yang menutupi wajahnya. Rupanya wujud malaikat tak seseram yang diduga orang. Tapi apa benar mereka adalah malaikat Munkar dan Nakir?
Apa yang akan mereka lakukan? Apakah aku akan dicambuk …

Anakku Dikira Bisu Karena Kecanduan Gadget

Gambar
"Lho, anaknya bisa ngomong? Aku kira dia bisu!"

Siapa yang tak sakit hati jika anaknya diledek seperti itu? Apalagi oleh tetangga sendiri. Putra saya, Saladin memang sudah berusia 3,5 tahun, tapi dia jarang sekali mengeluarkan kata -kata dari mulutnya. Paling paling hanya ayah, mama, maem, jajan. Kosakatanya tidak bertambah selama dua tahun terakhir. Saking irit ngomongnya, sampai sampai ia dikira tuna wicara!

Umumnya anak bisa berbicara lancar saat berusia 2 tahun. Namun mengapa ia belum bisa ngomong? Dulu saya kira ia adalah anak pendiam, atau memang malas berbicara, seperti ayahnya. Tapi jangan jangan ia belum bisa berkomunikasi dengan baik, karena ada masalah di pendengarannya? Atau ia adalah anak autis?

Akhirnya Saladin dibawa ke sebuah rumah sakit, menuju praktek dokter spesialis THT. Setelah diperiksa, syukurlah, ternyata tak ada kelainan apa-apa di telinganya. Tapi nenek Saladin yang masih penasaran, membujuk untuk konsultasi ke sebuah Klinik Tumbuh Kembang.

Ruangan…

Sayonara Grandma

Gambar
Malam ini aku bertemu dengan nenek dalam mimpi. Untuk ketiga kalinya. Ya, aku hanya bisa menemuinya dalam mimpi, karena kini ia telah tiada.
15 April 2016 adalah hari paling haru sekaligus menyedihkan dalam hidupku. Jam 7:30 pagi, tiba tiba mama yang baru saja masuk kantor, menelepon Papa. Mengabarkan kalau nenek meninggal dunia. Padahal nenek tidak sakit apa-apa. Memang beliau mengidap diabetes, tapi gula darahnya relatif normal dan pola makannya terkontrol.

Aku dan Nenek
Aku tak percaya
Nenek, yang kuanggap sebagai ibu kedua, meninggal dunia?
BRAKKKK !!
Dunia seakan runtuh. Oh Tuhan, bagaimana dengan perasaan Mama? Pasti beliau lebih sedih lagi. Dan akhirnya kenangan akan nenek mulai membanjiri ingatan. Beliau yang memberikunama panggilan "vina", mungkin karena "avizena" susah diucapkan. Beliau juga yangmemberiku anting emas pertama, yang memberikan seekor kambing saat aqiqah Saladin, cicit pertamanya.

Nenek hanya dua kali bertemu Saladin, saat Adin aqiqah dan d…

Bangkit dan Bersinar, Setegar Ebony

Gambar
Apa yang kau rasakan ketika dicerai, padahal sedang hamil muda? Mungkin kau tenggelam dalam kesedihan, mungkin kau berpikir untuk bunuh diri. Tapi Karin mencoba untuk bertahan.
Karin alias Asih Karina adalah penulis buku Setegar Ebony, buku favorit saya tahun ini. Setegar Ebony bukanlah novel, melainkan sebuah autobiografi. Kisah kehancuran rumahtangganya yang berlangsung hanya beberapa bulan. Cuma seumur jagung!

Padahal Karin dan Ardhan (mantan suaminya) telah memadu kasih selama lima tahun, sebelum menikah. Apa yang membuat Ardhan menjadi berpaling? Apakah ia sadar bahwa pernikahan adalah suatu penjara baginya, yang memuja kebebasan? Atau ia menyesal dan berkata "terlanjur", sudah kadung menikah, tapi hati berkata lain?
Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini yang ada di hati Karin. Hanya lima bulan setelah menikah, Ardhan mengucapkan talak padanya. Padahal mereka pernah bulan madu ke Bali, dan di sana Ardhan menunjukkan cintanya yang sangat besar. 
Karin terus bertanya, "…