Papa, Teman Ngeblogku yang Istimewa

"Itu apa? Kok keren banget ya. Mau bikin juga ah!

Begitulah ucapan saya di tahun 2008, saat pertama kali melihat tampilan blog di layar komputer. Berwarna warni, berbinar, cantik dan rupawan. Sebuah rumah maya bernama Multiply menarik hati. Sehingga diri ini tergerak untuk registrasi. Saat mp meninggal dunia (dengan tragis), saya pindah ke blog ini dan di sono. Lalu siapa yang memperkenalkan dan memotivasi untuk ngeblog?

Ialah Papa. Beliau berprofesi sebagai wartawan televisi. Pekerjaan beliau menuntut untuk selalu update dengan situasi terkini. Jadi Papa hobi browsing di internet, dan lebih dahulu kenal dunia blogging daripada saya. Gaul banget ya!



Papa tidak pernah mengajari menulis di blog secara khusus. Beliau hanya menunjukkan bagaimana cara mendaftar, masuk ke blog, lalu selebihnya saya belajar sendiri.

 Setelah aktif menulis dan bergaul di multiply, saya jadi kenal blogger lainnya.  Ada artisnya juga lho, seperti Panji, Helvy Tiana Rosa, dan Asma Nadia. Tulisannya sudah pasti keren dan paten. Namun setelah membaca tulisan itu, kadang ada rasa minder yang terselip di dalam kalbu. Bisakah saya menulis sepanjang dan sebagus itu? 

Maklum, di awal ngeblog, isinya hanya curahan hati, omelan, dan juga puisi. Semacam buku harian online-lah. Tulisannya pendek pendek pula.

Namun rasa minder itu terbang seketika, ketika Papa memotivasi. "Ayo sayang, semangatnya mana? Baca buku lagi yuk!", bujuknya. Akhirnya saya rajin mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Malang. Saat senggang, bisa  melahap habis 30 buku dalam sebulan. Kecepatan membaca pun meningkat drastis, jadi 200 halaman per jam.

Tapi apa yang terjadi setelah rajin membaca buku? Ternyata saya tak kunjung menang lomba menulis flash fiction dan cerpen di mp. Lagi-lagi Papa memotivasi. Beliau mengajari cara menulis lead artikel yang enak dibaca. Meyakinkan saya bahwa menulis itu harus dari hati.

Tak disangka beliau juga ikut lomba menulis di website seorang motivator terkenal. Alhamdulillah dapat juara dua. Judul tulisannya, "Menulis untuk Biaya Kuliah". Berisi pengalaman beliau saat kuliah di Jogja. Mencari uang SPP sendiri, mengumpulkan honor dari artikel dan opini yang dimuat di beberapa media massa.

Semangat blogging langsung terbakar pasca membaca tulisan itu. Namun beberapa tahun kemudian, spiritnya jadi ambruk, jatuh dan pecah berkeping-keping. Karena multiply ditutup untuk selamanya. Saat itu, saya hamil tua, sehingga gampang sedih dan lebih perasa.

Apa yang Papa lakukan? Beliau tetap semangat menulis di blog, pindah rumah maya ke sini. Akhirnya saya mengikuti jejak beliau. Walau frekuensi ngeblog jauh berkurang, tak bisa setiap hari. Karena kini waktu juga harus dibagi. Dengan mengurus bisnis, keluarga, dan juga suami.

Di blog baru ini ternyata seru juga, jadi kenal blogger lainnya yang unik-unik. Dan ternyata ada banyak sekali lomba plus giveaway. Jumlahnya jauh lebih banyak dan hadiahnya besar, dibanding dengan jaman blogging di multiply dulu. Semangat menulis pun jadi lebih terpacu.

Apakah saya langsung menang kompetisi menulis di blog baru? Ya, beberapa kali, tapi belum pernah menang lomba nasional yang hadiahnya jutaan rupiah. Kadang setelah menang lomba, ada yang berkomentar, "Oalah, hadiahnya cuma buku, percuma kamu nulis capek capek!"

Patah semangat? Ya, dulu sih begitu. Sekarang, setiap kali loyo, saya baca blog Papa. Mencari inspirasi dan suntikan motivasi. Merenung, bisakah saya melampaui prestasi Papa, bisakah saya membahagiakannya? Terimakasih banyak, Papa. Kaulah teman ngeblog sekaligus inspirasiku.


"Tulisan ini diikutkan dalam Irly & Diah's GA Collaboration: Teman Nge-Blog"

Irly Diah's GA Collaboration



Komentar

  1. waha syik ya punta teman blog yg dekat dengan kita secara fisik maupun hati

    BalasHapus
  2. saya juga sempet down loh pas mp modar hehehe. mana waktu itu br melahirkan pula. tp setahun yg lalu saya mulai ngeblog lg di WP gegara kangen nulis curcolan

    eh iya salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal :)
      Iya karena di mp itu kekeluargaan

      Hapus
  3. Bener mbak Avizena, blogging karena pasion bisa dijadikan "Terapi" healing soul. Kayak saya dulu udah bulat resign mengajar di SMK TKJ, jadi down banget. Namun berkat menulis dan support banyak teman blogger lambat laun saya menemukan dunia baru yang bisa menginspirasi."
    Salam kenal dari Kudus ya, sukses selalu untuk karya2nya.

    (@cputriarty)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal :)
      waah kudus ya..budhe saya ada yg di kudus juga

      iya.jadi terapi menulis..ga semua blogger ngejar seo dll

      Hapus
  4. Hai Mbak..
    Salam kenal..

    Asik ya punya papa gaul..semoga beliau selalu sehat.

    Terima kasih sudha ikut GA ini.^^

    BalasHapus
  5. Papanya kereen yahh.. berwawasan luas, motivator dan pastinya gaul juga. Aahh koq Papanya gak ikutan GA ini jg? Xiixix..

    Btw saya jg dulu pernah nulis di MP Mbak, banyak artisnya yah dsana, rame pula.. ehh iyah, salam kenal yah Mbak.:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooh alumni mp juga..salaman :D

      Papa konsen nulis di koran sekarang,hehhe..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Menghadapi Suami Pelit

Pekerja Serabutan Atau Multitalenta?

Lima Kesalahan Seller yang Membuat Buyer Batal Membeli