Dan Ia pergi meninggalkanku



Masih teringat di hari saat kau lahir, 24 tahun lalu. Siang itu matahari membakar, tapi tak mengurangi sejuknya wajahmu. Atas seijin orangtuamu kau kuberi nama yang sama dengan boneka kesayanganku.

Doniarsyah, rumah ini sepi tanpamu. Tak ada yang mengantarkanku belanja ke minimarket (walau dengan setengah dongkol karena menunggu di parkiran). Tak ada yang menikmati kue bikinanku. Lengang..Setelah kepergianmu..

Ingatkah kau saat kita bermain bersama? Aku selalu diberi amanah oleh mama untuk menjagamu. Kita berdua ngeri saat melihat kambing disembelih di hari raya idul adha. Kau menangis saat melihat wajah dinosaurus di layar besar, sehingga tak menamatkan cerita jurrasic park.

Tapi yang paling kusesali adalah saat kau pulang dengan darah yang menetes netes di bibirmu. Padahal saat itu aku janji menmanimu membeli mainan di toko seberang kampung. Tapi karena aku lupa kau pergi kesana bersama Nugroho, temanmu. Saat menyebrang, ada sepeda motor yang menyenggol. Untungnya ia bertanggungjawab dan mengantarkanmu pulang. Tapi sekarang kau harus jarang pulang.



Baik-baik di Jakarta ya sayang. Menikmati nasib jadi anak kos-kos-an. Bekerja walau belum berstatus pegawai tetap. Semoga karirmu cemerlang.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Menghadapi Suami Pelit

Pekerja Serabutan Atau Multitalenta?

Lima Kesalahan Seller yang Membuat Buyer Batal Membeli