Sumpek Skripsi? Senam Saja !

Bagi saya skripsi adalah the best frenemy (friend and enemy). Atau pil yang pahit tapi menyehatkan. Bagaimana tidak? Baru angkatan saya yang wajib skripsi, dan kami panik mencari judul untuk proposal skripsi.

Padahal saat kuliah di jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Malang sudah terbayang bisa kuliah 4 tahun, pas, tanpa skripsi. Kok bisa? Karena peraturannya begitu hehehe, ada dispensasi. Tapi, ketika ada revisi aturan dan kami wajib menulis skripsi (thesis), jadi pusing tujuh keliling.

Perpustakaan didatangi, bahkan saya pergi mencari referensi di perpustakaan pascasarjana. Pernah juga nekat cari buku ke sebuah kampus negeri di surabaya, walaupun pulang dengan tangan hampa. Semester 7 berlalu, ah, sudah semester 8. Tapi tulisan gak maju, maju. Nanti saja, semua pasti beres, eh sudah semster 9. Di akhir semester 9 orangtua dipanggil oleh kampus, ada wejangan. Tidaak! Muka memerah karena ketua jurusan mengenal ibu saya secara pribadi.

Belum lagi ada desas desus bahwa dosen pembimbing akan melanjutkan studi ke luar negeri. Skripsi saya bagaimana? Ogah dong ganti pembimbing, karena beliau ini sangat sabar dan toleran. Semakin kalut, ingin segera menyelesaikan skripsi tapi stuck, tak ada ide. Atau istilah kerennya writer's block.

Penyakit yang satu ini sungguh membuat galau. Sampai ingin membentur-benturkan kepala ke tembok. Tapi gak jadi, karena masih sayang diri sendiri hehehe. Energi negatif ini harus segera disalurkan ke tempat lain, yaitu..lapangan.

Minggu pagi, enaknya menghirup udara segar di Lapangan Rampal. Pukul 6 sudah siap disana, melakukan pemanasan. Lalu menggerakkan badan bersama instruktur andal. Badan segar, pikiran plong. Gak usah mikirin skripsi yang bikin mumet xixixi.

Otot yang kaku akibat mengetik berjam-jam bisa sejenak rileks dan dilemaskan. Irama senam yang rancak dan musik yang gembira memberi aura positif bagi tubuh saya. Seakan-akan ada suntikan semangat baru bagi tubuh, jiwa, dan pikiran.

Penyemangat lain untuk senam adalah banyaknya sponsor di lapangan. Lumayan, bisa nyicip produk sampel gratis (muka gratisan :p). Atau kalau sponsornya banyak, diadakan lomba senam. Wah, jadi tambah asyik olahraganya. Setelah melihat gerakan peserta di sebelah jadi panas hati, I can do better than her! Harus perfect ngikutin  goyangan instruktur di panggung.

Setelah berpeluh keringat, lalu rehat sejenak dan menyeruput sebotol minuman isotonik (lagi-lagi free sampel dari sponsor wkwkwk). Ternyata, saya mendapat juara satu. Alhamdulillah. Hadiahnya lumayan banget nih, 1 buah hp cdma dan goodie bag dari sponsor. Segera saya naik panggung untuk menerima hadiahnya.

What a beautiful day, sumpek hilang, dapat prestasi baru, hadiah, dan mendapat suntikan semangat mengerjakan skripsi. Gak boleh cemen dan galau, harus sportif seperti para peserta. Skrispi? Hajar bleh. Banzai !

Tulisan ini diikutkan Giveaway Ya Rabb, Aku Galau

Komentar

  1. hehehe.....saya jadi ingat jaman kuliah dulu, saya juga kuliah di Malang puluhan tahun silam. skripsi memang mneguras tenaga dan pikiran, namun bila dikerjakan dengan sungguh2 saya yakin akan ada hasilnya. Kuliah saya berjenjang, saya pernah kuliah di Poltek Negeri Malang dimana sistemnya paket dan ujian skripsinya lain, lebih njlimet namun saya dapat nilai A, demikian juga saat alih jenjang Sarjana di Unibraw, dengan tekad yang kuat nilai A kembali saya dapatkan saat ujian skripsi. So, keep on spirit ya.....

    Semoga sukses dengan GA-nya

    BalasHapus
  2. salaman :) makasih doanya
    iyaa kalau diploma lebih pusing ya..karena dimampatkan materi dan praktek dan lain lain

    BalasHapus
  3. Skripsiku....aku nulis skripsi sambil ngasuh anak yang baru bisa merangkak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Menghadapi Suami Pelit

Pekerja Serabutan Atau Multitalenta?

Lima Kesalahan Seller yang Membuat Buyer Batal Membeli