Senin, 13 Februari 2017

Pekerja Serabutan Atau Multitalenta?

Peringatan! Ini adalah postingan curcol. 

Beberapa hari ini lagi galon karena gamang, mau bikin rencana kerja sampai 5-10 tahun ke depan dan ambyar. Stuck dan belum ada ide. Padahal sudah baca kalimat motivasi, sudah dapat supplier ok punya, punya teman baik di dunia nyata maupun maya. Lalu mengapa loyo?

Karena belum bisa fokus di satu bidang..

Let's say, saya seorang blogger.Tapi belum sering dapat JR. Isi blog pun masih campur aduk dan belum ditata dengan rapih, belum ada niche spesifik. Walau belakangan sering nulis tentang marketing dan bisnis online. Ada sih blog saya yang niche nya resep makanan, tapi belum tld. Selain nulis, masih ada kerjaan lain seperti..

Jualan baju. Yes, i love fashion! Bersyukur ada supplier kece yang super fast response. Terima pesanan pizza, juga jualan tepung premix pizza dan keju mozzarella. Juga jadi marketer jilbab anak, mukena, gamis, jilbab dewasa, de el el de es be.

Kalau ada yang minta tolong menerjemahkan artikel ya dikerjakan, dengan syarat jangan banyak-banyak. Karena kan ngerjainnya sambil ngasuh Saladin yang super aktif. Lalu malamnya saya masih ngajar bahasa inggris di kelas online.

Jadi pekerjaanku apa? Serabutan? Jual palugada? Barang loe mau, gue ada, kalau ga ada ntar saya tanyain ke supplier, siapa tau ada temannya yang jual. Ajaib, seharian mengerjakan beberapa macam kerjaan yang membutuhkan keterampilan, kreativitas, sekaligus tenaga. Mumet? Heheheheh.

pinjam dari sini


Lalu ada seorang teman yang mengingatkan. Gak usah galon karena kerja masih serabutan. Itu tandanya, saya punya beberapa bakat yang patut disyukuri. Karena di dunia ini ada orang yang hidupnya mengalir aja, tanpa tahu bakatnya apa.

Ihiks. Makasih ya temaan. Nasehatnya makjleb banget. Biarin deh dianggap nggak fokus, yang penting dapat duit. Matre dong? Saya masih ada tanggungan (ceritanya di sini) jadinya kerja ngejar profit juga. Nanti juga lama-lama tereliminasi dan bisa fokus hanya di 1 bidang.

Hari ini saya berjanji, tak akan melabeli diri sendiri dengan anggapan "pekerja serabutan". Saya adalah ibu rumah tangga yang berusaha dengan memaksimalkan bakat-bakatnya, menjadi ibu multitalenta, sehingga Saladin bisa tertawa karena kekenyangan pizza jualan sang Mama.

Terinspirasi dari postingan Papi Ubii, makasih yaa.

Senin, 06 Februari 2017

Enam Hoax Tentang Pengusaha

Jadi pengusaha itu asyik! Bisa punya Mall dan properti lain seperti  Pak Ciputra, mau ke luar negeri juga tinggal packing lalu pencet pencet smartphone, pesan e ticket. Hmm, enggak juga. Setelah lima tahun menekuni dunia bisnis, ternyata ada banyak kabar bohong alias hoax mengenai enaknya jadi pengusaha. Apa aja ya?

1. Semua Pengusaha itu Kaya

Pengusaha yang sukses memang terlihat mentereng, bawa gadget terbaru, pakai tas kulit, baju branded. Tapi gak semua pengusaha itu kaya. Serius! Ada pengusaha yang masih berjuang, mengatur keuangan agar tidak terlambat membayar gaji karyawan. Dia berusaha menaikkan omzet agar bisa pindah dari rumah mertua atau kontrakan.

Kok bisa ya? Karena rata-rata bisnis baru berjalan stabil di tahun keempat. Kalau bisnisnya baru mulai ya pengusaha harus pintar-pintar mengatur cashflow. Agar keuangan perusahaan dan keuangan rumah tangga tidak tercampur, dan bisnisnya berjalan lancar.

Kalau mereka punya mobil? Bisa jadi itu kredit atau pinjaman. Inilah godaan jadi pengusaha, apa bisa menghindari tekanan dari gaya hidup mewah. Keuntungan dari bisnis baru 2,5 juta, eh harus bayar kredit mobil senilai 2 juta. Padahal ia juga butuh beli beras, susu anak, dll. Jangan sampai tekor gara-gara ingin terlihat keren.

2. Punya Kebebasan Waktu
Ada yang ingin jadi pengusaha karena menurutnya pengusaha itu bisa enak-enakan ngopi jam 9 pagi, sambil baca koran di teras. Kenyataannya, pengusaha yang baru merintis bisnis harus tirakat alias mengurangi jam tidur, karena ia sibuk mempromosikan bisnisnya sambil mencatat keuangan sendiri (karena belum sanggup menggaji seorang akuntan). Jam kerjanya bisa mencapai 16-20 jam sehari.

Mengapa terkesan workaholic? Karena membangun bisnis memang butuh waktu dan komitmen serta kerja keras (dan cerdas). Bayangkan, kita tak hanya belajar mengenai marketing dan manajemen, tapi juga memahami bidang psikologi (karena karakter pembeli berbeda-beda), belajarcara packing yang rapi, efisiensi waktu, dll.

3. Tidak Pernah Dimarahi Boss

Memang pengusaha itu tidak punya boss, tapi ia juga beresiko dimarahi oleh orang lain, bisa supplier atau pembeli. Walau sudah berusaha tapi kesalahan bisa terjadi, entah karena kantuk atau faktor lain. Jadi jangan baper ya kalau dimarahi pembeli. Sabar aja.

Pembeli adalah raja, jadi wajar kalau dia marah? Hmm, pengusaha memang harus kasih servis terbaik, tapi raja yang adil dan tidak lalim lebih disayang rakyatnya kan? Menurut saya, penjual masih punya daya tawar. Jangan mau dirayu atau dimarahi agar pembeli dapat diskon plus free ongkir, kalau jadinya rugi.

4. Pengusaha itu Hebat Karena Berani

Banyak yang memuji pengusaha karena berani mengabil resiko. Apalagi kalau ia berjualan makanan, jika tidak laku, sisanya mau diapakan? Well, pengusaha juga manusia. Pasti punya rasa takut.
Misalnya saat ingin kulakan jilbab, sempat terbersit rasa takut, beli yang mana? Nanti laku atau tidak? Jadi, yang bisa dilakukan adalah meminimalisir rasa takut. Berdoa semoga semua dilancarkan jalannya oleh Tuhan.

5. Dianggap Kuat dan Tahan Banting

Katanya kalau jadi pengusaha itu harus punya tekad baja dan tebal kuping. Idealnya begitu sih. Tapi sebagai wanita, ada waktu sensitif dan baper (pms), ditegur supplier mewek, ditanya pembeli jadi cengeng, aih.

Maklum lah, kita ini manusia, bukan robot. Wajar kalau punya emosi. Tapi, setiap emosi negatif tidak boleh dibiarkan berlama-lama dipendam (nanti jadi jerawat) atau diumbar di medsos (nanti pembeli jadi takut).  Salurkan tangismu di rumah ibadah, curhatlah sepuasnya pada-Nya. Amarah jadikan bahan bakar yang bisa memangkas  lemak, di fitness center. Setelah itu lega kan, siap kerja lagi.

6. Pengusaha itu Keren

Cool! Itulah image yang dimiliki oleh pengusaha (terutama ibu ibu ol shop), karena bisa bekerja sambil mengasuh anak di rumah, sambil bersih-bersih, dll dsb. Tapi di balik anggapan itu ada tetangga yang nyinyir, menganggap pengusaha wanita itu sombong karena tidak mau diajak bergosip (karena lebih suka bekerja). Ada orangtua yang khawatir apakah anaknya bisa makan dari hasil usaha? Ada juga teman kepo yang mengira kita memelihara makhluk astral, tidak keluar rumah kok uangnya banyak? Hihihihi. Cuekin aja.

Kalau mau jadi pengusaha sukses ya harus mau kerja keras, kerja cerdas, belajar terus. Ikut pelatihan wirausaha, seminar motivasi, baca buku marketing, dll. Disertai juga dengan berdoa dan beribadah kepada-Nya, agar diridhoi.

Jadi kamu masih ingin jadi pengusaha?

Rabu, 01 Februari 2017

Lima Alasan Batal Membeli Barang di Online Shop

Harga beras, cabe, tomat, tambah naik. Sementara pendapatan suami segitu aja, stagnan. Wah, gimana nih? Sebagai ibu rumah tangga, kita memang harus kreatif untuk menambah penghasilan keluarga. Salah satu caranya adalah dengan membuka online shop.

Tapi hati-hati ya, sebagai seller alias penjual, kita diwajibkan untuk pandai-pandai mengelola toko online. Salah satunya adalah dengan membaca buku marketing, mengikuti seminar wirausaha, dll. Jadi kita bisa meminimalisir gagal closing alias batalnya transaksi oleh calon pembeli. Closing bisa batal karena beberapa alasan berikut:

1.Barang Tidak Bisa Dibeli Eceran

Jadi pengusaha tanpa modal? Bisa kok, salah satu caranya adalah dengan menjadi dropshipper. Stok barang ada di supplier, kita tinggal copas foto untuk mengiklankan produk.Saat barang terjual, dapat laba. Asyiik.

Tapi bagaimana jika barang tidak bisa dibeli eceran? Misalnya, kita jadi dropshipper kaos kaki. Supplier bilang, pembeli harus beli minimal 4 pasang. Wah, kalau ada calon buyer yang mau beli 1-2 pasang saja, terpaksa ditolak.

Solusinya? Perluas target market. Jika selama ini hanya berjualan di fb, coba maksimalkan fp. Beri materi dan konten menarik sehingga orang suka dan me-like fp dengan senang hati. Bikin website atau minimal blog jualan. Bikin akun ig khusus jualan, bisa juga dengan line@. Pilih target market yang sesuai dengan barang yang kita jual ya. Jadi mereka juga gak keberatan jika beli 4 pasang kaos kaki sekaligus (karena punya duit).

Jika ada keuntungan, simpan saja, jangan dihabiskan dulu. Kumpulkan laba dan gunakan untuk kulakan. Jadi kita bisa menjual kaos kaki itu secara eceran.

2. Stok Barang Habis

Salah satu resiko dropshipper adalah kehabisan stok. Jadi kalau mau beriklan, pastikan stok barang di supplier tersedia banyak ya. Karena pasti ada banyak dropshipper lain. Cari juga supplier yang amanah, jujur, dan fast response. Mau wa mu dibalas supplier dengan cepat? Baca doa dulu, hehehhe.

3. Ongkos Kirim Terlalu Mahal

Kebetulian kita tinggal di dekat pusat grosir, jadi bisa kulakan tas dengan harga murah. Tapi calon pembelinya jauh di ujung indonesia, ongkos kirim bisa lebih dari 50.000. Waah, batal deh.
Gak usah baper, cari saja target market lain yang tinggalnya dekat dengan daerahmu.

4. Beda Rekening Bank

Biasanya seller punya beberapa rekening bank, jadi pembeli bisa milih mau transfer ke bank mana. Tapi jika baru punya satu rekening ya tidak apa-apa, biasanya sih di bank yang besar dan punya cabang banyak, jadi rata-rata orang indonesia menggunakan jasa bank itu.

Tapi jika kita punya rekening di bank A, lalu customer punyanya rekening bank B, bagaimana?Sedangkan dia tidak mau bayar biaya transfer karena beda bank. Caranya pakai aplikasi (silakan cek di google) yang bisa transfer beda bank tanpa kena charge. Atau kita minta tolong pembeli untuk transfer ke saudara atau teman terpercaya (yang punya rekenign di bank A dan bank B), baru uangnya ditransfer oleh saudara ke kita.

5. Seller baperan dan tukang misuh

Seorang kawan pernah berpesan bahwa jangan sekalipun bikin status emosi negatif. Hmm, benar juga ya, kata Nabi kan berkata baik atau diam. Kalau ada pembeli php, cod gagal, lalu kita tulis di status, nulisnya sambil misuh dan nyumpahin segala. Waa..Calon pembeli jadi takut.
Walaupun jualan di dunia maya, tapi kan ada etikanya.Mulutmu harimaumu.

Belanja online adalah hobi yang menyenangkan. Moga transaksi onlinenya aman dan bebas dari masalah.

Senin, 30 Januari 2017

Lima Kesalahan Seller yang Membuat Buyer Batal Membeli

Wanita mana yang tak suka belanja? Apalagi belanja secara online, tinggal klik di hp atau laptop, ambil token lalu pencet, transfer dana. Barangnya sampai beberapa hari kemudian. Asyik kan! Bisa belanja sambil duduk manis, tanpa harus capek keliling mall dan antre di kasir.

Tapi gak semua proses belanja berjalan mulus. Kadang ada tindakan seller yang bikin buyer batal membeli. Ehm, saya gak mau salahin seller sih, mungkin saja mereka memang belum berpengalaman di dunia bisnis atau belum belajar nettiquete (etika berinternet). Kalau kamu jadi owner online shop, hindari hal-hal ini ya.

1. Seller Galak dan Judes

Saat jalan-jalan di timeline fb, eh ada yang jual baju bagus. Kita langsung komen "mau" dan kirim pesan ke seller via inbox. Barang sudah direkap, harga dan ongkos kirimnya berapa. 

Lalu kita lihat-lihat lagi barang dagangannya apa, wuih ada dompet imut. Saat mau nambah belanjaan, eh sellernya nyolot, "kan sudah saya rekap. Salahnya sendiri gak milih beberapa item, kan jadi harus ngitung lagi". Lah, kan kewajiban seller untuk merekap total belanjaan buyer. Kalau ada seller judes gini ya pembeli pada ngacir.

2. Aturan Aneh

Tas udah terkelupas nih, talinya juga lepas. Kebetulan ada salah satu dari friendlist yang jual tas dengan harga reasonable. Kita langsung berkomentar "mau". Lalu ada orang lain yang berkomentar "fix". Eh tasnya malah terjual ke komentator kedua. 

Begtu kita protes, seller malah bilang gini "kalau mau beli yan bilang fix, bukan mau. Dan langsung transfer. Siapa cepat dia dapat. Kamu lemot sih". Wiih rasanya pengen meremove aja seller model kayak gini.

Kalau komentar mau itu sama dengan fix ya, kok ada aturan aneh semacam ini. Dan umumnya seller online shop menerapkan peraturan batas maksimal transfer 2x24 jam, atau ada yang 3x24 jam. Karena tidak semua customer punya akun m banking atau i banking, jadi mereka tidak bisa secepatnya transfer ke atm. Mungkin masih sibuk di kantor atau mengurus anak.

Ada lagi seller yang menerapkan aturan harus deposit dulu sebelum belanja. Misalnya mau beli baju ya transfer dulu 500.000, baru bisa beli barang seharga 250.000. Iya kalau sellernya terpercaya, kalau enggak? Saya sih ogah dengan seller semacam ini, mending cari yang lain.

pinjam dari sini


3. Seller MALAS menjawab

Saya sengaja ketik dengan huruf besar karena faktanya banyak sekali seller yang malas untuk sekedar menjawab pertanyaan customer. Saat udah ngebet pengen beli kaos kaki dan tanya harganya berapa, eh jawabannya "coba scroll ke bawah ya, di foto sebelumnya ada harganya". Yah kitakan lihat foto yang ini, bukan yang sebelumnya.

Please deh! Kalau seller gak hafal harganya kan bisa nyontek dulu di daftar harga, dan membutuhkan waktu kurang dari lima menit. Calon pembeli akan kecewa dan merasa dipingpong dengan jawaban seperti ini.

Kalau seller supers ibuk karena banyak pesanan, tak ada salahnya menggaji seorang admin yang megang wa dan sosmed seller. Tugasnya untuk menjawab pertanyaan, merekap, jadi seller bisa berkonsentrasi untuk hal lain. Kalau tokonya ramai kan bisa berbagi rejeki dengan admin.

4. Seller Slow Response

Namanya berjualan online, ya harus sering online. Kalau seller tidak menjawab pertanyaan calon buyer selama lebih dari 24 jam, krik..krik..Kemana aja? 

Saya bisa nulis ini karena ada pengalaman dari seorang teman, ia ingin memesan nasi kuning pada seorang seller sekaligus owner katering online. Mau minta daftar menu saja butuh waktu 2 hari. Wah akhirnya ia cari catering lain yang responnya lebih cepat.

Jadi kalau seller mau ada acara, pasang pengumuman, maaf kami sedang sibuk, slow response. Atau tulis di fb/ig/fp, afwan hari minggu libur. Jadi tidak ada miskomunikasi.

5. Tidak faham spesifikasi barang

Ada daster imut nih, tapi takut kependekan. Jadi kita tanya penjualnya, panjangnya seberapa ya? Eh jawabannya “sebetis”. Glodak! Betis orang yang bertinggi 165 cm dengan 150 cm kan beda panjangnya. Kalaupun dia dropship , gak megang barangnya langsung, ya tanya ke suppliernya tentang detail barang. Panjang baju dan lingkar dada berapa, bahannya apa, dll. Jadi kalau ditanya calon pembeli tidak gelagapan.

Ribet ya jadi seller? Karena kita ada di dunia maya, seller dan buyer tidak bertemu langsung. Jadi intinya adalah kepercayaan. Seller yang ramah akan lebih dipercaya oleh calon buyer. Komunikasi via chatting juga tidak bisa memperlihatkan ekspresi, jadi sering sering pakai smile emoticon :).

Saya doakan semoga semua teman yang berstatus buyer maupun seller rejekinya lancar.

Kamis, 26 Januari 2017

5 Cara Mendapat Uang Tambahan Saat Kuliah

Angin segar berhembus dari AC Mall. Outlet makanan berjejer, ada yang jual nasi goreng, mie pangsit, dll. Tapi kamu hanya beli jus melon. Bukan karena diet, tapi harus mengencangkan ikat pinggang, nyaris bokek.  Sedihnya..

Hey kamu yang masih mahasiswa, uang sakunya berapa? Apa seratus ribu per minggu? Cukuplah buat beli bensin dan biaya fotokopi diktat. Tapi tiap hari juga harus beli makanan di kantin pas jam makan siang. Sisanya? Recehan.

Jangan nangis dulu. Saya kasih tahu cara untuk mendapatkan uang tambahan tanpa harus meninggalkan kuliah. Lumayan kan hasilnya bisa buat nongkrong di cafe dan sedikit bantu Mamah buat bayar SPP.

Yang pertama adalah jadi guru les privat. Kamu bisa ngajar anak SD sampai SMA. Ngajar anak TK? Bisa! Biasanya mereka butuh guru les calistung (baca tulis hitung), mewarnai, atau menari.

Kamu bisa mengajar bahasa inggris atau matematika, tergantung minatmu di bidang apa. Mengajar anak SD itu seru juga, walau butuh kesabaran. Tapi bukan berarti harus menyerah begitu saja. Mengajar anak kecil ada seninya. Selain telaten, kamu bisa pakai media film atau game, biar mereka nggak ngantuk saat les. Banyak sekali ide yang betebaran di google.

Fee mengajar ini lumayan banget lho, bisa 30-40 ribu per jam. Tergantung kesepakatan dengan wali murid. Cara mendapatkan murid bagaimana? Pasang iklan! Manfaatkan sosial media untuk beriklan, pasang juga informasi jasa les privat di grup dagang. Tapi pastikan anggota grup tinggalnya satu kota denganmu.

gambar pinjam dari sini


Kalau kamu kuliah di jurusan English literature atau gape berbahasa inggris, bisa juga jadi penerjemah. Bayarannya lumayan, bisa 15-20 ribu per lembar hasil. Semakin baik hasilnya, semakin naik fee-nya. Asal kamu rajin mem-branding diri sebagai penerjemah dan berusaha dapat klien yang mau membayar dengan layak.

Cara mendapatkan klien gimana?  Ngiklan lagi! Selain media sosial, kamu bisa membuat beberapa brosur yang berisi iklan jasa penerjemahan, dan sebar di beberapa kampus (terutama di gedung pascasarjana). Selain itu, perluas networking, bilang pada teman-temanmu kalau kamu buka jasa penerjemahan, dan minta tolong mereka untuk memberitahu teman lain.

Networking yang bagus dengan para dosen bisa juga jadi peluang. Bukan rahasia lagi kalau dosen juga butuh jasa mahasiswa sebagai asisten dosen atau asisten lab (di jurusan eksakta). Biasanya karena jadwal mengajar yang bentrok atau ada keperluan lain. Coba tawarkan diri, apa mereka butuh asisten? Tapi mereka ga sembarangan pilih asdos atau aslab. Jadi kamu harus rajin belajar, aktif di kelas, dan dapat nilai A. Sehingga mereka percaya jika kamu mampu jadi asisten.

Kalau kamu suka nulis, bisa juga dengan mengirimkan tulisan ke beberapa media cetak atau online. Lumayan kan kalau dimuat, dapat honor 50.000 sampai 400.000. Penulis yang punya karya bagus harus rajin membaca dan mengikuti berita terkini. Kalau bisa, beli beberapa eksemplar majalah atau koran yang akan kamu bidik. Modal dikit lah. Tujuannya agar kamu familiar dengan gaya bahasa media itu.  Jika dimuat, rasanya senang kan.

Jika kamu senang masak, bisa juga berjualan makanan berat atau ringan. Bungkus dengan kemasan yang menarik, lalu titipkan di kantin, atau tawarkan langsung ke teman-teman dan dosen. Malu? Enyahkan sedikit rasa malu, bukankah berdagang itu pekerjaan halal? Jadi buat apa malu.

Kalau gak bisa masak bagaimana? Bisa beli snack kiloan lalu bungkus dalam kemasan plastik kecil-kecil. Atau beli cupcake (yang sudah jadi) dan buttercream di toko bahan kue. Hias cupcake dengan buttercream. Bisa dijual di pasar minggu. Lumayan hasilnya untuk beli pulsa.

Tapi ingat, semua kegiatan ini harus diseimbangkan dengan kuliah. Jangan sampai ketinggalan mata  kuliah gara-gara asyik bekerja sambilan. Kalau sudah semester akhir kan harus konsentrasi menulis tugas akhir atau skripsi, jadi kurangi aktivitas di luar kampus. Toh kalau kamu sudah lulus, bisa dilanjutkan lagi.

Sudah tahu kan cara mendapat uang tambahan? Dicoba yuk!


Minggu, 22 Januari 2017

Meriahnya Launching Malang Citizen

Latepost - Sudah agak lama saya tidak aktif di komunitas, sampai mbak Anisa AE mengajak saya untuk bergabung di Malang Citizen. Apa itu ? Berasal dari sebuah grup wa, akhirnya beberapa blogger malang raya sepakat untuk membuat komunitas blogger bernama Malang Citizen. Kalau ada komunitaskan enak, bisa mbolang bareng, liputan, lalu dimuat di blog, hehehhe.

Launching diadakan tanggal 18 desember di rumah mbak Sri, di kawasan sawojajar. Saya sampai di lokasi jam 9 lebih sedikit, baru ada dua anggota yang sudah datang, yaitu mas Richo dan Faqih. Saya lalu memperkenalkan diri sebagai Avizena alias bunda saladin. Maklum, belum pernah ikut kopdar MC, jadi harus menghafal nama dan wajahnya satu persatu heheheh.

Lalu satu per satu anggota Malang citizen mulai berdatangan, ada mba Ivone Mas Ihwan, Mas Assaifi, dll. Mas Assaifi langsung memberikan wejangan , "blognya mbak zen sudah cukup baik, tapi alexanya gemuk sekali". Siaap pak, mau rajin nulis biar alexa nya turun, dan juga belajar trik seo yang lain dari para mastah di mc.



Acara ini tak hanya dihadiri oleh anggota malang citizen tapi juga beberapa komunitas lain seperti IMMS, kompasiana, dan komunitas taman baca (maaf ya lupa namanya). Rumah Mbak Sri diserbu oleh para blogger dan wiih, jadi penuh sesak. Sampai sampai harus ada yang duduk di bagian luar rumah.

Harusnya launching dimulai jam 9, tapi molor satu jam dari jadwal.  Tapi hal itu tak mengurangi kemeriahan launching. Gimana gak meriah, udah kumpul bareng, ada banyak makanan. Aneka kue basah, rujak gobet, tumpeng, mie wijen, wuih. Saya bawa 2 pan pizza, mbak Ivone bawa ayam lodho. Ada yang bawa keripik tempe, dll. Lengkap banget.



Lalu mbak Vivian Wijaya didapuk sebagai MC. Anggota pun dipersilakan untuk memperkenalkan diri sekaligus menyebutkan nama blog-nya. Setelah itu? Makan makan, asyiik. Tumpeng nasi kuning buatan Lelly Catering siap diserbu.


Mbak Anisa sebagai ketua komunitas mendapat kehormatan untuk memotong tumpeng, dan menyerahkan potongan pertama ke  Mas Risma, seorang blogger senior di Malang. Alhamdulillah, tanggal 18 desember adalah hari ulangtahun mba Anisa, jadi sekalian dirayakan ya mbak? Istimewa bingit.

Tak hanya makan-makan, launching juga dimeriahkan oleh kuis yang dimenangkan oleh Mas Ale. Alhamdulillah beliau dapat tas laptop. Juga ada lomba foto di instagram yang dimenangkan oleh Mbak Ivone.

Mbak Ivone, Mas Ale, dan beberapa blogger lain datang dengan rombongan masing-masing alias bawa istri dan anak. Saya juga bawa Saladin dong. Dia menikmati acara sampai-sampai berlarian di halaman rumah Mbak Sri yang cukup luas. Lalu adu panjat pagar dengan Aiman, putra dari Mas Ihwan, hehehe. Bahkan Saladin nekat mau menyeberang jalan, karena ada TK di sebrang rumah. Wah, pengen main ayunan ya. Sayang TK nya tutup karena hari minggu. Untung banget ada Mas Faqih yang bantuin jaga Saladin, makasih ya.


Setelah ngobrol-ngobroldan bertukar pikiran tentang dunia blogging, para anggota MC pun foto bersama. Saya nyaris gak ikut kefoto, karena sedang mengeloni Saladin di kamar depan rumah. Untung bisa lari sambil ngomong “kancriit”alias ketinggalan.  Jepret! Satu shot itu mengabadikan persahabatan blogger Malang Raya. Sampai bertemu di kopdar selanjutnya! 


foto by Mas Assaifi

Sabtu, 07 Januari 2017

Ingin Bebas Hutang- Agar Hidup Tenang

Panasnya kota Malang di siang hari membakar otak. Kulirik kalender, sudah tanggal 7. Dua minggu lagi aku akan mati. Bukan dalam arti yang sebenarnya, tapi tiap tanggal 23 leher ini tercekik. Terhimpit oleh penyesalan karena hutang dan penipuan.

Dulu aku punya percetakan, tapi kini hanya cerita.Seorang rekanan menggandol mesin cetakku, padahal aku sudah membayarnya lunas. Celakanya, aku berhutang puluhan juta di Bank, untuk membeli mesin itu. Sekarang tinggal aku dan suami yang gigit jari.

Jadi resolusi 2017-ku adalah bebas hutang! Punya hutang bikin tidur tak nyenyak, makan tak nikmat. Lalu bagaimana cara melunasinya? Tentu saja dengan bekerja lebih keras.
                 
Setelah percetakan tutup, aku bekerja di kursus bahasa inggris online, dan berjualan macam-macam. Ngeblog juga tak bisa kutinggalkan. Jika ada yang bilang aku tidak fokus, biarkan saja. Toh wanita bisa multitasking, bekerja sambil mengurus rumah tangga, mengasuh anak, dll.

Intinya adalah manajemen waktu. Setelah subuh menulis artikel untuk blog, baru promosi di instagram dan facebook. Mengajar hanya dilakukan pada malam hari. Membuat materi dan bahan ajar bisa dicicil seminggu sebelumnya.

Sejak awal 2017 aku berusaha lebih elegan dalam menjual. No more hard selling, karena hanya akan membuat friendlist bosan. Hardselling itu kalau kamu upload foto barang dagangan, memberi keterangan harga, dan sudah. Terasa garing dan kaku.

Tahun ini berusaha praktek copy writing dan covert selling. Copy writing adalah teknik menulis iklan, dengan mengungkapkan keunggulan dari barang yang kita jual. Sedangkan covert selling adalah teknik menulis iklan yang gampang-gampang susah. Menjual tapi tidak terasa menjual. Intinya adalah permainan kata-kata. Jadi calon pembeli tertarik dengan dagangan kita. FYI, kalau mau blajar covert selling, silakan ikuti kelasnya Ki Jendral.

Jadi akun facebook penuh dengan foto dagangan? Hehehhe, enggaklah, bisa-bisa diremove. Ada curcolnya juga kok. Walaupun curcol, tapi diusahakan dengan anda positif. Karena aku gak mau dicap sebagai seller galau.

Kalau bete atau galau ya dijadikan cerpen atau gambar, lalu upload di instagram pribadi (bukan yang untuk dagang). Mengapa penting sekali untuk menjaga citra positif? Bukannya jaim, tapi hal ini terkait dengan personal branding. Agar terlihat profesional.

Selain memperbaiki teknik marketing, di 2017 ini aku juga berusaha berdisiplin mencatat keuangan. Karena belum bisa memisahkan rekening pribadi dan toko, maka ada dua dompet. Satu untuk belanja, yang satu untuk operasional online shop. Jadi agar tak campur aduk. Jika ada catatan, bisa dijadikan evaluasi, apakah pendapatan bulan ini naik daripada bulan lalu.

Profit bisa naik jika kepercayaan pembeli naik. Jadi jika ada customer yang transfer pagi, aku langsung mengantar paket ke ekspedisi pagi itu juga. Diusahakan sebelum jam 12 siang. Kasihan mereka kalau menunggu lama-lama.

Mengajar juga jadi ajang transfer ilmu. Murid-murid adalah motivasi terbesarku. Semangat mereka dalam mempelajari bahasa inggris membuatku terpacu untuk membuat materi yang mudah difahami.
Aku juga berusaha untuk lebih ramah dan akrab dengan mereka. Bahkan tak segan untuk memanggil "dear",  khusus murid perempuan ya.  Jika guru disayang murid, maka akan disayang boss juga.

Ngeblog adalah kegiatan yang kusayangi sejak beberapa tahun lalu, tapi sayang aku belum terlalu serius mendalaminya. Dulu aku beranggapan bahwa SEO itu sulit. Tapi sekarang berusaha untuk mengubah mindset bahwa segala sesuatu bisa dipelajari.

Sudah dua bulan ini aku punya dotcom sendiri, dan berusaha tekun menulis untuk menurunkan alexa. Artikel tentang cara menaikkan DA, dan lain-lain, bertebaran di internet, menunggu untuk difahami. Semoga job review berdatangan tahun ini.

Last but not least, semua usaha harus diiringi dengan doa. Ora et labora. Tahun ini aku ingin menambah kualitas ibadah, melakukan shalat sunnah, lebih sering bersedekah, dll.

Doa dan ibadah lain menambah ketenangan batin, kerja jadi lebih lancar. Jika kerja diniati sebagai ibadah, tujuannya tak lagi mengejar uang semata. Tapi juga membantu klien, customer, dan murid. Semoga mereka puas dengan pelayananku.

Aku kapok untuk berhutang lagi, nanti beli sepeda motor dan lain-lain insyaAllah bisa cash. Berhutang itu seperti kecanduan, jika diberi uang hasil pinjaman, seperti punya rejeki nomplok. Padahal harus dilunasi. Jika belum punya uang, apa harus berhutang lagi? Sama saja dengan gali lubang tutup lubang.
Semoga Allah merestui niatku untuk melunasi hutang. Agar hidup tenang dan kewarasan terjaga.

Ini #Resolusiku2017. Apa resolusimu?




Tulisan ini diikutkan dalam Hidayah-Art First Giveaway "Resolusi Tahun 2017 Yang Paling Ingin Saya Wujudkan"