Postingan

Lagi Galau? Makan Mie Galau Aja

Gambar
Akhir minggu adalah momen yang dinanti-nanti. Apalagi untuk emak kurang piknik seperti saya :P. Alhamdulillah ada undangan dari teman-teman alumni SMPN 5 Malang untuk reuni di kedai Mie Galau.
Jum'at jam 16:30, saya tergopoh-gopoh naik ke atas motor. Paksuami membonceng kami (saya dan saladin) menuju Jl. Selorejo nomor 83. Sampai di Jl Mawar, lalu puter-puter, laah ada Jl Selorejo blok A dan blok B, yang mana? Muter muter lagi tapi kedainya belum ketemu. Belum sempat saya mengambil hp, akhirnya paksu pakai gps alias gunakan penduduk sekitar, wkwkwk. Dengan petunjuk dari pemilik warung sate di depan pasar tawangmangu, akhirnya kami sampai ke kedai Mie Galau. Sampai di sana berasa adem, karena ada beberapa pohon besar yang menaungi. Ada dua bagian di kedai, outdoor dan indoor. Saya masuk untuk mencari teman-teman, rupanya sudah ada beberapa yang datang. 
Saladin asyik melihat-lihat buku menu, sedangkan saya mengamati interiornya. Dinding berlapis wallpaper dengan warna soft membuat…

Masak ngebut untuk sarapan? Bisaa

Dagangan Anda Ditawar? Ini Cara Menghindarinya

"Mahal banget sih bajunya, kasih harga saudara ya!" "Aku kalau beli 3 biji dapat diskon gak?"
Pernahkah dapat komentar seperti ini? Sebagai pedagang, tentu kita menemui berbagai macam tipe pembeli. Ada yang suka borong, sementara yang lain beli barang kecil-kecil tapi teratur tiap minggu. Salah satu jenis pembeli yang bikin makan ati adalah yang suka nawar.
Ini yang bikin garuk-garuk kepala, sudah untungnya mepet, eh masih ditawar harganya. Sadis pula. Misalnya kita jual tas bahan kanvas seharga 125.000, eh ditawar cuma 40.000, plus minta free ongkos kirim. Daripada menuruti kemauan mereka dan jadi rugi (karena bisa jadi cuma iseng menawar), yuk ikuti tips berikut ini.
-Kasih tulisan "harga pas". 

Jadi ketika ada yang menawar, tolak dengan halus dengan mengatakan "maaf ya, silakan cari toko lain". Kalau dia marah lalu mengancam akan menyebarkan berita buruk tentang kita, biarkan saja. Pembeli yang sudah jadi langganan tak akan pe…

Pekerja Serabutan Atau Multitalenta?

Gambar
Peringatan! Ini adalah postingan curcol. 
Beberapa hari ini lagi galon karena gamang, mau bikin rencana kerja sampai 5-10 tahun ke depan dan ambyar. Stuck dan belum ada ide. Padahal sudah baca kalimat motivasi, sudah dapat supplier ok punya, punya teman baik di dunia nyata maupun maya. Lalu mengapa loyo?
Karena belum bisa fokus di satu bidang..
Let's say, saya seorang blogger.Tapi belum sering dapat JR. Isi blog pun masih campur aduk dan belum ditata dengan rapih, belum ada niche spesifik. Walau belakangan sering nulis tentang marketing dan bisnis online. Ada sih blog saya yang niche nya resep makanan, tapi belum tld. Selain nulis, masih ada kerjaan lain seperti..
Jualan baju. Yes, i love fashion! Bersyukur ada supplier kece yang super fast response. Terima pesanan pizza, juga jualan tepung premix pizza dan keju mozzarella. Juga jadi marketer jilbab anak, mukena, gamis, jilbab dewasa, de el el de es be.
Kalau ada yang minta tolong menerjemahkan artikel ya dikerjakan, dengan syarat jan…

Enam Hoax Tentang Pengusaha

Jadi pengusaha itu asyik! Bisa punya Mall dan properti lain seperti  Pak Ciputra, mau ke luar negeri juga tinggal packing lalu pencet pencet smartphone, pesan e ticket. Hmm, enggak juga. Setelah lima tahun menekuni dunia bisnis, ternyata ada banyak kabar bohong alias hoax mengenai enaknya jadi pengusaha. Apa aja ya?

1.Semua Pengusaha itu Kaya

Pengusaha yang sukses memang terlihat mentereng, bawa gadget terbaru, pakai tas kulit, baju branded. Tapi gak semua pengusaha itu kaya. Serius! Ada pengusaha yang masih berjuang, mengatur keuangan agar tidak terlambat membayar gaji karyawan. Dia berusaha menaikkan omzet agar bisa pindah dari rumah mertua atau kontrakan.

Kok bisa ya? Karena rata-rata bisnis baru berjalan stabil di tahun keempat. Kalau bisnisnya baru mulai ya pengusaha harus pintar-pintar mengatur cashflow. Agar keuangan perusahaan dan keuangan rumah tangga tidak tercampur, dan bisnisnya berjalan lancar.

Kalau mereka punya mobil? Bisa jadi itu kredit atau pinjaman. Inilah godaan ja…

Lima Alasan Batal Membeli Barang di Online Shop

Harga beras, cabe, tomat, tambah naik. Sementara pendapatan suami segitu aja, stagnan. Wah, gimana nih? Sebagai ibu rumah tangga, kita memang harus kreatif untuk menambah penghasilan keluarga. Salah satu caranya adalah dengan membuka online shop.

Tapi hati-hati ya, sebagai seller alias penjual, kita diwajibkan untuk pandai-pandai mengelola toko online. Salah satunya adalah dengan membaca buku marketing, mengikuti seminar wirausaha, dll. Jadi kita bisa meminimalisir gagal closing alias batalnya transaksi oleh calon pembeli. Closing bisa batal karena beberapa alasan berikut:

1.Barang Tidak Bisa Dibeli Eceran

Jadi pengusaha tanpa modal? Bisa kok, salah satu caranya adalah dengan menjadi dropshipper. Stok barang ada di supplier, kita tinggal copas foto untuk mengiklankan produk.Saat barang terjual, dapat laba. Asyiik.

Tapi bagaimana jika barang tidak bisa dibeli eceran? Misalnya, kita jadi dropshipper kaos kaki. Supplier bilang, pembeli harus beli minimal 4 pasang. Wah, kalau ada calon bu…

Lima Kesalahan Seller yang Membuat Buyer Batal Membeli

Gambar
Wanita mana yang tak suka belanja? Apalagi belanja secara online, tinggal klik di hp atau laptop, ambil token lalu pencet, transfer dana. Barangnya sampai beberapa hari kemudian. Asyik kan! Bisa belanja sambil duduk manis, tanpa harus capek keliling mall dan antre di kasir.
Tapi gak semua proses belanja berjalan mulus. Kadang ada tindakan seller yang bikin buyer batal membeli. Ehm, saya gak mau salahin seller sih, mungkin saja mereka memang belum berpengalaman di dunia bisnis atau belum belajar nettiquete (etika berinternet). Kalau kamu jadi owner online shop, hindari hal-hal ini ya.
1. Seller Galak dan Judes
Saat jalan-jalan di timeline fb, eh ada yang jual baju bagus. Kita langsung komen "mau" dan kirim pesan ke seller via inbox. Barang sudah direkap, harga dan ongkos kirimnya berapa. 
Lalu kita lihat-lihat lagi barang dagangannya apa, wuih ada dompet imut. Saat mau nambah belanjaan, eh sellernya nyolot, "kan sudah saya rekap. Salahnya sendiri gak milih beberapa item…